Master Plan Bandara Internasional Kertajati Majalengka, Jawa Barat nampak dari citra satelit resolusi tinggi. Kawasan dengan konsep Aerotropolis ini dibangun didaerah persawahan dan pedesaan seluas 5.000 HA dengan 1.800 HA area bandara dan 3.200 HA. Bandara Kertajati ini lokasinya di utara jalan Tol Cipali dan barat berbatasan dengansungai Cimanuk Kabupaten Majalengka

Aerotropolis merupakan suatu konsep pengembangan kota bandara atau “Airport City”. Menurut John. D. Kasarda, University of North Carolina, pengembangan bandara internasional dapat menjadi pemicu pengembangan bisnis serta kawasan urban di sekitarnya. Fenomena ini terjadi sekarang, di abad 21 ini. Fenomena ini serupa dengan yang terjadi pada abad-abad sebelumnya. Misalnya saat pengembangan jalan bebas hambatan pada abad 20, pengembangan kereta api pada abad 19 dan pengembangan pelabuhan laut pada abad 18 yang mempengaruhi kemajuan pada zamannya.

Master Plan Bandara kertajati MajalengkaAerotropolis ini merubah konsep bandara yang biasanya direncanakan secara terpisah dengan pengembangan kota menjadi satu kesatuan dalam paket perencanaannya. Pengembangan bandara serta kawasan di sekitarnya nantinya akan menjadi satu perencanaan pengembangan kota bandara. Dengan pengembangan kawasan di sekitar bandara ini nantinya diharapkan dapat memicu pertumbuhan klaster-klaster industri. Aerotropolis sering juga disebut sebagai kawasan cepat tumbuh berbasis bandara atau “Airport-Centric Commercial Development“. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik masyarakat global dan juga lokal, sehingga harus dapat menyediakan hal-hal di bawah ini secara mandiri:

1.lapangan pekerjaan
2.kawasan perbelanjaan/perdagangan
3.pertemuan bisnis
4.hiburan serta destinasi pariwisata lainnya

Masterplan Bandara Kertajati Majalengka

John. D. Kasarda mengungkapkan bahwa ada beberapa triger yang mendorong pola perubahan Bandara Kota (City Airport) menjadi Kota Bandara (Airport City), yang disebut sebagai “Airport City Driver”.

1.Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik serta dapat bersaing, bandara perlu menciptakan sumber daya dari kegiatan yang tidak berkaitan dengan penerbangan
2.Usaha-usaha komersial perlu mendapatkan kawasan yang aksesibel
3.Bandara harus mampu meningkatkan jumlah penumpang dan barang
4.Bandara dapat menjadi katalis dan magnet untuk pengembangan kegiatan bisnis

Beberapa Aerotropolis yang saat ini sedang dikembangakn diantaranya Incheon International Airport, Dubai International Airport serta Schipol. Indonesia sendiri saat ini sedang merencanakan pengembangan aerotropolis di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.Sumber :Aerotropolis dan Pengembangan Bandara Kertajati dan facebook