Groundbreaking Bandara Kertajati Akan Dilakukan Desember 2015

Bandara Kertajati di Majalengka akan melalui babak awal pembangunannya saat peletakan batu pertama atau groundbreaking akan dilakukan pada Desember 2015 ini. Hal ini memperjelas keseriusan bahwa bandara kertajati ini akan selesai tahun 2017.

Hal ini dikemukakan oleh Bos No.1  PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra. Virda mengatakan, groundberaking pembangunan bandara Kertajati ini sebenarnya dijadwalkan 24 November 2015 ini.  Hal ini karena Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan telah mengundang presisen Jokowi  dan menginginkan groundbreaking atau pencanangan pembangunan terminal Bandara Kertajati, Majalengka dihadiri Presiden Joko Widodo November 2015.

Groundbreaking Bandara kertajati majalengkaGubernur Ahmad Heryawan mengatakan bahwa pemerintah provinsi Jawa barat memutuskan tidak lagi menunda pembangunan terminal bandara di Kertajati. Seperti diketahaui sebelumnya bahwa Aher menginginkan agar pembangunan terminal bandara itu menunggu pembentukan Joint Venture atau perusahaan patungan yang akan membangun dan mengelola bandara Kertajati. PT Angkasa Pura II menjadi salah satu perusahaan yang akan berkongsi dengan PT BIJB, BUMD milik Jawa Barat, untuk mendirikan JV tersebut. Tetapi hingga saat ini pemerintah Jawa Barat masih menunggu PT Angkasa Pura II ikut bergabung dalam JV tersebut.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra mengatakan, korporasinya selaku holding pengelolaan kawasan bandara di Kertajati, Majalengka, akan menyerahkan pembangunan sekaligus pengoperasian bandara pada Joint Venture (JV) yang sedianya akan dibentuk bersama PT Angkasa Pura II. Belakangan, mitra strategis untuk pembentukan JV ini diperluas dengan masuknya pemerintah Majalengka.

Menurut Virda, porsi saham yang disediakan lewat proses lelang itu sekitar 40 persen dari nilai total pembangunan bandara itu. Taksirannya, dengan asumsi membangun bandara akan menyedot dana Rp 1,8 triliun, equity yang dibutuhkan sekitar 70 persennya. “Kira-kira Rp 1,3 triliun. Tinggal dibagi-bagi saja antara mitra strategis, termasuk Majalengka yang akan ikut,” kata dia, 13 November 2015.

Virda mengatakan, PT Angkasa Pura II dikecualikan dalam proses lelang itu. “Ada pertimbangan lain, yaitu market Bandara Husein Sastranegara yang akan dipindahkan ke Kertajati. Sehingga wajar AP II punya saham di Kertajati karena market mereka pindah ke situ,” kata dia.

Penguasaan saham BIJB dan PT AP II diproyeksikan 60 persen dari total saham. “Konsepnya BIJB dan AP II jadi JV dulu menguasi 60 persen. Tapi sekarang masih negosiasi,” kata dia. Sisanya, 40 persen itu yang akan dilego lewat lelang.

Virda mengatakan, proses lelang mencari mitra strategsi itu akan dibuka tahun depan. “Kita akan mengundang untuk lelan gitu Februari 2016,” kata dia.

Menurut Virda, lelang mencari mitra strategis JV itu terbuka bagi investor asing. Sejumlah investor asing dari berbagai negara, diklaimnya sudah menyatakan minatnya. “Dari luar negeri itu dari Tiongkok, Tukri, ada juga dari Jerman,” kata dia.

Dia mengklaim, Menteri Perhubungan tidak keberatan dengan masuknya asing ikut mengelola bandara di Kertajati. “Kami sudah beraudiensi dengan Menteri. Gak masalah asing untuk ikut di bandara dengan adanya Undang-Undang Kebandarudaraan itu porsi asing boleh sampai maksimal 49 persen,” kata dia. Sementara Gubernur Jawa Barat mengizinkan kepemilikan asing dalam JV yang akan mengelola bandara itu minimal 40 persen.

PT BIJB masih menuntaskan negosiasi untuk mendapatkan pinjaman membangun sisi darat bandara itu dengan sejumlah perbankan. Saat ini PT BIJB sudah mengantongi dana segar dari penyertaan modal pemerintah Jawa Barat Rp 300 miliar, yang akan ditambah Rp 250 miliar tahun depan. “Sindikasi perbankan masih digarap. Memang belum final, tapi mudah0mudahan dalam waktu dekat bisa seger final. Sindikasinya itu antara Bank BJB, Bank Mandiri, dan beberapa bank syariah mau ikut serta. Nanti konsepnya ‘club-deal’,” kata Virda.

PT BIJB sudah merampungkan sebagian besar paket lelang pengerjaan sisi darat, terminal Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka, mayoritasnya dimenangkan oleh BUMN Karya. “Memang sudah pengalaman membangun beberapa bandara. Rata-rata bandara baru, mereka yang bikin,” kata Virda

PT BIJB membagi proyek pembangunan sisis darat Bandara di Kertajati itu dalam tiga paket pengerjaan. “Paket Satu untuk aksesibilitas sudah ada pemenangnya PT Adikarya, Paket Dua untuk bangunan terminal masih proses, dan Paket Tiga untuk bangunan penunjang sudah ada pemenangnya yaitu Waskita Karya,” kata Virda.

Virda merinci, owner estimate pembangunan Paket Sastu Rp 355 miliar, dan Paket Dua Rp 416 miliar. “Paket Dua masih proses, belum keluar sampai ke ‘owner estimate’,” kata dia. Kendati demikian, PT BIJB menaksir hasil akhir proses lelang dari ketiga paket itu berkisar Rp 1,8 triliun.

Menurut Virda, PT BIJB optimis pembangunan sisi darat bakal tuntas November 2017 dengan diumumkannya dua pemenang lelang dari proyek pembangunan sisi darat Bandara Kertajati itu. “Jadwalnya November 2017 simultan Paket Satu, Dua, dan Tiga selesai semuanya. Dan bandara bisa beroperasi di 2017,” kata dia.

Saat ini, pihaknya sedang mendorong pembangunan sisi darat yang terdiri atas 3 paket pengerjaan dengan estimasi konstruksi mencapai Rp 2,5 triliun.Paket Pertama bernilai tender Rp 355 miliar dimenangkan oleh Adhi Karya dengan pengerjaan meliputi aksesibilitas. Adapun Paket Kedua yang meliputi Pembangunan Terminal Utama masih dalam proses lelang dan belum menemukan pemenangnya. Sedangkan Paket Ketiga bernilai tender Rp 416 milar dimenangkan oleh waskita Karya meliputi pembangunan bangunan penunjang.

Pihaknya sengaja memilih BUMN untuk mengerjakan proyek ini karena sudah punya pengalaman dalam membangun sejumlah bandara baru diantaranya Bandara Kualanamu di Sumatera Utara.

Kita tunggu Groundbreaking Bandara Kertajati yang akan dilakukan Desember 2015, semoga terwujud dan lancar.

sumber asli : situs Pemprov Jabar dan Tempo