Bandara Kertajati Akan Menjadi Pertumbuhan Ekonomi Baru

Seperti dilansir situs sindonews, Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Kabupaten Majalengka akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mendukung daerah sekitarnya. Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) baru-baru ini.

Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru setelah selesai pada tahun 2018. Hal ini diungkapkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro seusai meninjau pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat pada tanggal 3 Nopember 2017

bandara internasional kertajati majalengka bijbPemerintah pusat akan sepenuhnya memberikan dukungan pembiayaan agar mendapatkan tambahan modal yang diperlukan dalam rangka mempercepat penyelesaian pembangunan proyek tersebut.

Pembiayaan Infrastruktur Non Anggaran adalah salah satu sumber biayanya dimana reksa dana penyimpanan terbatas yang mana PT BIJB Persero akan mendapatkan tambahan modal untuk mempercepat penyelesaian proyek ini

Pembiayaan melalui Reksa Dana Penyimpanan Terbatas (RDPT) saat ini telah cair sebesar Rp750 miliar dari total pembiayaan sindikasi bank syariah sebesar Rp906 miliar. “Pembiayaannya bukan hanya dari pinjaman saja. Namun, juga ada dari APBN Kementerian Perhubungan yang membangun sisi udara dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dari sisi akses jalannya,” jelas Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro ini

Rp2,6 triliun adalah total keseluruhan kebutuhan anggaran penyelesaian pembangunan Bandara Internasional Jawa barat Kertajati ini.

Sementara itu Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra mengatakan, total pembiayaan sebesar Rp2,6 triliun tersebut masing-masing terdiri dari Provinsi Jawa Barat sebesar Rp796 miliar, kedua dari investor PT Jasa Sarana Rp 12,5 miliar dan investor RDPT ekuitas sebesar Rp 936 miliar. Kemudian saat ini untuk sindikasi perbankan masih ada sisa plafond sebesar Rp256 miliar yang berasal dari RDPT yang belum cair.

Virda Dimas Ekaputra juga mengatakan mengenai progress fisik pembangunan bandara. Menurutnya progres fisik sisi darat berupa terminal penumpang dan fasilitas penunjang lain sudah mencapai presentase 66,5% pembangunan fisik. Sementara uty , sisi udara berupa runway dan apron dibangun Kementrian perhubungan . Untuk akses jalan masuk tembus tol dibangun Kementerian PUPR dan kontruksi sudah dibangun dimulai Desember 2016 dan ditargetkan pada kuartal I/2018 sudah bisa beroperasi

Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Majalengka ini dibangun di atas lahan 96.000 meter2 diharapkan akan mampu melayani penumpang hingga 56 juta penumpang per tahun sehingga demikian mampu menjadi pertumbuhan ekonomi baru.